Murid SD di Depok Terjangkit Hepatitis A: Cegah Sekarang!

hepatitis a sd depok

Hepatitis A, virus yang menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, menjangkit 45 anak SD (Sekolah Dasar) di bilangan Kota Depok, Jawa Barat. Ya, tentu saja hal ini tidak aneh, mengingat perilaku anak-anak SD yang seringkali mengkonsumsi jajanan kaki lima selagi bermain, tanpa mencuci tangan. Virus Hep A menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Kontaminasi biasanya terjadi secara fecal-oral, yaitu tercemarnya makanan dan minuman dengan kotoran (tinja).

Makanan kaki lima tentu bisa dibilang salah satu faktor penularan Virus Hepatitis A yang cukup penting. Kurangnya standar sanitasi oleh penjual, sumber air cuci peralatan makan yang biasanya ditampung di ember, hingga faktor kebersihan pembeli sendiri dapat meningkatkan risiko pencemaran dan penularan Penyakit Hepatitis A.

45 Anak SD Di Depok Terjangkit Hepatitis A. Kejadian Luar Biasa kah?

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Noviarti kepada wartawan Detik News, tercatat 45 anak usia Sekolah Dasar di beberapa sekolah yang terserang Penyakit Hepatitis A. Di antaranya terdapat siswa-siswi dari SD Sukamaju 6, Sukamaju 9, Mekarjaya 30 dan Mekarjaya 12. Tercatatnya peristiwa ini yang terjadi dalam kurun waktu Desember 2018 hingga Januari 2019, menempatkan kasus ini sebagai Kejadian Luar Biasa Parsial.

Kejadian Luar Biasa (KLB) sendiri didefinisikan sebagai salah satu status yang diterapkan di Indonesia untuk mengklasifikasikan peristiwa merebaknya suatu wabah penyakit.

Kriteria tentang Kejadian Luar Biasa mengacu pada Keputusan Dirjen No. 451/91, tentang Pedoman Penyelidikan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa. Menurut aturan itu, suatu kejadian dinyatakan luar biasa jika ada unsur:

  • Timbulnya suatu penyakit menular yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal
  • Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus-menerus selama 3 kurun waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya (jam, hari, minggu)
  • Peningkatan kejadian penyakit/kematian 2 kali lipat atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya (jam, hari, minggu, bulan, tahun).
  • Jumlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan 2 kali lipat atau lebih bila dibandingkan dengan angka rata-rata perbulan dalam tahun sebelumnya.

Pencegahan Hepatitis A di Sekolah

Penting untuk disadari bahwa penularan melalui pangan (foodborne transmission) adalah salah satu metode penularan yang cukup cepat. Virus Hepatitis A dapat dengan mudah berpindah dan menyebar orang satu ke orang lain, melalui tangan kotor yang memegang makanan, minuman, dan peralatan makan sehingga tercemar.

Anak kecil seringkali mengkonsumsi makanan selagi bermain, dengan tangan yang kotor. Hal ini menempatkan mereka menjadi salah satu kelompok populasi dengan risiko yang lebih tinggi. Maka dari itu, dapat kita simpulkan bahwa pencegahan paling dasar untuk memutuskan rantai penularan Penyakit Hep-A adalah dengan cara menjaga kebersihan pangan dan peralatan makan. Pengurangan atau penetapan standar sanitasi pada penjual makanan kaki lima pun seharusnya dilakukan, karena dapat menurunkan risiko penularan.

Untuk mencegah Penyakit Hepatitis A di sekolah Anda yang paling efisien dan efektif di kala terdapatnya contoh kasus wabah lokal (KLB Parsial) adalah dengan melakukan Vaksinasi dengan Vaksin Hepatitis A pada pelajar-pelajar, staff pengajar, dan penyedia makanan (penjual kantin, jajanan kaki lima, dsb).

Vaksin Hepatitis A dapat dilakukan semenjak usia 2 tahun (24 bulan) sebanyak 2 kali pemberian, yaitu dengan jarak antar-dosis 6-12 bulan. Vaksin Hepatitis A tak hanya dapat dengan baik mencegah terjadinya Penyakit, namun juga memotong rantai penularan di lingkungan.

Lindungi diri dari Hepatitis A

Tinggalkan Balasan