Penyakit Campak – Lembar Fakta

MEASLES campak

Penyakit Campak ditularkan melalui percikan ketika seseorang berbicara, bernafas, batuk atau bersin ke udara. Percikan ini berupa aerosol partikel kecil yang berisikan kuman. Karena ukurannya yang kecil, aerosol partikel kecil dapat mencapai jarak jauh dengan mengikuti arus udara dan dapat bertahan di udara hingga beberapa jam. Partikel yang mengandung virus penyebab Penyakit Campak ini dapat dihirup oleh orang lain. Virus Campak juga disebarkan melalui kontak tangan, tissue, dan benda lain yang terkontaminasi cairan hidung dan tenggorokan. Virus Campak sangatlah infeksius dan dapat mengkontaminasi ruangan hingga 30 menit setelah orang sakit meninggalkannya.

Campak – Tanda & Gejala

an adult with the measles rash all over their back

Gejala pada tahap awal Penyakit Campak meliputi:

  • demam
  • rasa lelah
  • batuk
  • nyeri tenggorokan
  • hidung tersumbat / meler
  • nyeri mata
  • photophobia (silau).

Gambar milik Prof. David Gordon, Flinders Medical Centre, Adelaide, South Australia.

Gejala di atas umumnya bertambah berat dalam kurun waktu 3 hingga 5 hari, yang kemudian akan diikuti oleh bercak ruam (lihat gambar) yang dimulai dari kepala (belakang telinga) hingga menyebar ke seluruh tubuh dalam 1 atau 2 hari berikutnya.

Ruam umumnya menetap selama 4 hingga 7 hari. Penyakit Campak secara keseluruhan biasanya berlangsung selama 10 hari, dengan batuk sebagai gejala terakhir yang membaik.

a child with the measles rash all over their face

Campak seringkali terjadi cukup berat, dan diikuti dengan infeksi telinga tengah (7% kasus) atau pneumonia bakterial (infeksi atau radang paru) pada 6% kasus. Sebanyak 1 dari 1,000 kasus, infeksi otak terjadi (ensefalitis) yang seringkali menyebabkan kematian ataupun kerusakan otak secara permanen. Terkadang kerusakan otak dapat terjadi perlahan-lahan setelah terjadinya penyakit sehingga perubahan dirasakan cukup lama setelahnya.

Komplikasi dari Penyakit Campak lebih sering terjadi – dan umumnya lebih berat – pada anak kecil dan orang dengan penyakit kronis.

Gambar milik Public Health Image Library (PHIL), Department of Health and Human Services, Centers for Disease Control and Prevention (CDC-USA)

Diagnosis

Presentasi klinis memberikan gambaran yang cukup baik sebagai diagnosis awal Penyakit Campak, dan dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan darah, atau deteksi virus pada spesimen urin, hapus tenggorok, ataupun mata.

Masa inkubasi

(waktu dari paparan hingga terbentuknya gejala)

Umumnya 10 hari hingga mulainya demam (7 – 18 hari) dan sekitar 14 hari hingga terbentuknya ruam.

Durasi infeksius

(waktu dimana orang sakit dapat menularkan orang lain)

Dari 24 jam sebelum onset gejala hingga 4 hari setelah terbentuknya ruam.

Pengobatan

Hingga saat ini tidak ada obat-obatan antiviral khusus untuk campak, namun antibiotik mungkin diperlukan untuk mencegah ataupun mengobati komplikasi. Pengobatan berfokus pada pengendalian gejala, yang meliputi konsumsi dan/atau koreksi cairan, dan penurun demam. Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak di bawah 12 tahun kecuali disarankan secara spesifik atas instruksi dokter.

Pencegahan

Liburkan mereka yang terkena Penyakit Campak dari tempat penitipan, PAUD, sekolah, dan kantor hingga setidaknya 4 hari setelah munculnya ruam.

Durasi waktu peliburan untuk terpapar*:

  • Secara umum, terpapar yang tidak mempunyai kekebalan terhadap campak harus diliburkan dari pengasuhan anak, prasekolah, sekolah dan kantor selama 18 hari setelah kontak terakhir dengan orang sakit.
  • Ketika kontak dengan orang sakit terjadi di institusi pendidikan usia dini, tempat penitipan anak, atau sekolah dasar, atau apabila terpapar adalah penderita imunosupresi, segera lakukan pelaporan kepada Dinas Kesehatan setempat.

*Terpapar adalah siapapun yang telah cukup dekat dengan orang sakit, dimana orang tersebut mempunyai risiko tertular yang tinggi.

Imunisasi & Imunoglobulin

Pencegahan Penyakit Campak yang terbaik adalah dengan melakukan vaksinasi kombinasi dengan vaksin MR, vaksin MMR, atau vaksin MMRV.

Untuk orang dewasa, 2 dosis vaksin dapat memberikan perlindungan hingga hampir 100% terhadap Penyakit Campak.

Apabila seorang anak berusia 9 bulan ke atas atau lebih terpapar dengan Penyakit campak, pencegahan darurat dapat dilakukan dengan vaksinasi segera. Vaksinasi darurat harus dilakukan dengan vaksin Campak (atau vaksin mengandung Campak) dalam 72 jam dari paparan pertama dengan orang sakit. Selanjutnya, apabila paparan pertama sudah lebih dari 3 hari (72 jam) namun masih kurang dari 6 hari (144 jam), pemberian Imunoglobulin dapat mencegah terjadinya Penyakit Campak.

Apabila anak yang terpapar Penyakit Campak berusia kurang dari 9 bulan, risiko terbentuknya Penyakit Campak dapat dicegah dengan pemberian Imunoglobulin sebelum 6 hari (144 jam) sejak paparan. Vaksin MMR kemudian harus diberikan segera setelah anak berusia 12 bulan, namun setidaknya 5-6 bulan setelah pemberian Imunoglobulin. Vaksin MMRV, atau Vaksin Varicella saja harus tetap diberikan segera setelah anak berusia 18 bulan.


Vaksin MMR bisa anda dapatkan disini


Apakah artikel tersebut bermanfaat untuk anda? Apabila iya, mohon sebarkan ke orang yang menurut Anda membutuhkannya. Jangan lupa subscribe ke VaxMail.

VaxMail Signup!

VaxMail is how we connect personally. Receive Disease Prevention tips, Special Deals, and Personalized Content that are just not anywhere else.

Please wait...

Thank you for signing up!

Tinggalkan Balasan