Secara umum, rekomendasi profilaksis & vaksinasi pelaut akan bergantung pada risiko infeksi terkait kerja dan pada persyaratan imunisasi nasional dan internasional yang terutama berfokus pada pencegahan penyebaran penyakit.

Risiko infeksi dan kebutuhan vaksinasi pelaut akan bergantung pada:

  • kekebalan pelaut secara individu (terhadap penyakit seperti hepatitis A, campak atau cacar air dengan kekebalan alami atau imunisasi anak)
  • pelabuhan yang dikunjungi (seperti daerah berisiko infeksi yellow fever atau apabila terdapat vektor seperti nyamuk)
  • tugas yang dilakukan (seperti pemeliharaan sistem pembuangan limbah, menyediakan perawatan medis, menyiapkan makanan)
  • kondisi kehidupan di kapal (seperti akomodasi tunggal atau ganda)
  • interaksi orang di atas kapal (interaksi antara pelaut dari daerah endemisitas tinggi dan rendah untuk penyakit tertentu atau kontak dengan sejumlah besar orang di kapal penumpang termasuk anak-anak dan orang tua)
  • ketersediaan tindakan pencegahan medis dan sanitasi
  • ketersediaan perawatan dalam kasus wabah influenza, ketersediaan desinfeksi
  • tingkat perjalanan jauh dari kapal (seperti perjalanan di daerah pedesaan, mis. untuk rabies, risiko)

Sebagai informasi tambahan kebutuhan vaksinasi pelaut, keselamatan dan kesehatan pelaut, unduh panduan kami

vaksinasi pelaut

 

Berdasarkan penilaian risiko individu pelaut, seorang profesional di bidang pencegahan penyakit menular dapat menentukan kebutuhan vaksinasi pelaut. Dokter akan memberikan konsultasi kepada pelaut, crewing management, dan perusahaan mereka untuk mengevaluasi persyaratan vaksinasi pelaut menggunakan kategori berikut:

  • Ulangan vaksinasi anak secara rutin direkomendasikan pada semua pelaut (mis. campak, gondong, campak jerman, dan hepatitis B).
  • Imunisasi rutin untuk dewasa direkomendasikan kepada semua pelaut (mis. Tetanus, difteri).
  • Imunisasi wajib yang mungkin diperlukan untuk bepergian ke daerah tertentu (Yellow Fever)
  • Imunisasi tambahan direkomendasikan tergantung pada risiko kerja, tugas kerja (mis. petugas dapur kapal), dan perjalanan ke daerah endemis penyakit (mis. Hepatitis A, Tifoid/Tipes, Rabies).

Dokumentasi vaksinasi pelaut sebaiknya menggunakan  “Sertifikat Vaksinasi Internasional dan Profilaksis” atau International Certificate of Vaccination and Prophylaxis seperti yang ditentukan dalam Annex 6 dari Peraturan Kesehatan Internasional (International Health Regulations; IHR) 2005. Informasi yang wajib untuk ditampilkan dengan jelas meliputi:

  • Tanggal dilakukannya vaksinasi
  • nama merek vaksin, produsen dan nomor batch. (untuk menghindari fraud sebaiknya menggunakan stiker etiket dari botol vaksin, bukan stempel)
  • dosis (biasanya dalam mililiter; mL)
  • cara pemberian (oral, IM, s.c.)
  • cetak nama dan alamat (cap) dokter, tanda tangan.
  • untuk vaksinasi yellow fever (demam kuning): stempel resmi.