Apakah Vaksin Cacar Monyet sudah tersedia? Apakah perlindungan dengan Vaksin Cacar Monyet akan diperlukan?

Monkeypox atau cacar monyet adalah penyakit menuar yang disebabkan oleh Monkeypox Virus (MPXv), yang masuk dalam genus yang sama dengan Smallpox Virus, Orthopoxvius. Infeksi Virus Monkeypox menyebabkan gejala yang sangat mirip dengan yang terlihat pada penderita cacar tetapi dalam versi lebih ringan. Meskipun dianggap sebagai pengakit sangat langka, baru-baru ini telah dikonfirmasi kasus MPX ditemukan di Singapura. Beberapa negara tetangga, termasuk Batam – Indonesia sedang dalam keadaan siaga dan memperkuat perbatasannya.

Memahami Human Monkeypox

Penyakit Cacar Monyet pada manusia disebabkan oleh virus yang temasuk kedalam kelompok genus Orthopoxvirus. Cacar Monyet pada manusia telah diketahui saat ini menjadi wabah endemik di desa-desa di wilayah Afrika Tengah dan Barat. Angka kejadian kasus paling sering ditemukan di wilayah hutan hujan tropis dimana kontak dengan hewan yang terinfeksi paling sering terjadi. Jika Virus Monkeypox disebarkan melalui penularan dari hewan ke manusia, hewan yang diketahui paling mungkin sebagai pembawa virus adalah kera dan monyet (primata), Tikus raksasa Gambia, dan Tupai. Resiko akan sangat tinggi jika seseorang mengkonsumsi daging hewanyang terinfeksi, terlebih lagi jika daging hewan tersebut tidak dimasak dengan benar.

Penularan sekunder ( atau dari manusia ke manusia) dapat terjadi akibat terjadi kontak dengan kontaminan seperti sekresi saluran pernafasan, lesi kulit orang yang terinfeksi atau benda – benda yang terkontaminasi dengan cairan pasien atau lesi. Penularan utama terjadi melalui tetesan partikel penafasan biasanya membutuhkan kontak langsung yang berkepanjangan, dimana anggota rumah tangga dari kasus aktif mendapatkan resiko yang lebih besar. Penularan juga dapat terjadi dengan inokulasi atau secara vertikal melalui plasenta dari ibu hamil yang terkontaminasi ke bayinya (Cacar monyet  bawaan). Meskipun demikian, saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa penularan darimanusia ke manusia saja dapat mempertahankan infeksi cacar monyet pada populasi manusia. Namun, masih ada pertayaan lanjutan mengenai mutasi genetik.

Vaksin Cacar Monyet: Cara Pencegahan

Cara utama mencegah penyakit Cacar Monyet pada manusia dengan menghindari kontak dengan tikus dan primata serta membatasi paparan langsung dengan darah dan daging yang tidak dimasak dengan benar. Kontak fisik yang dekat dan berkepanjangan dengan pasien yang terinfeksi dan.atau kontaminan harus dihindari. Perlindungan secara universal harus dilakukan, diantaranya menggunakan sarung tangan, masker, dan pakaian pelindung lainnya yang sesuai ketika menangani hewan yang sakit atau jaringan yang terinfeksi, ketika merawat pasien sakit dan saat berpergian ke daerah endemik.

Petugas kesehatan, keluarga dari pasien yang dalam perawatan, dan/atau terpapar dengan pasien yang telah dipastikan terdiagnosis cacar monyet atau kontaminannya, harus dipertimbangkan mendapatkan imunisasi cacar (vaksin Smallpox) melalui otoritas kesehatan nasional. Vaksin cacar monyet saat ini tidak tersedia. Vaksin cacar (Smallpox vaksin), sementara ini di anggap dapat memberikan kekebalan parsial terhadap penyakit Cacar Monyet walaupun hampir tidak mungkin didapatkan. Hal ini dikarenakan tidak tersedianya vaksin cacar di pasaran setelah produksi vaksin cacar dihentikan seiring eradikasi cacar.