Transplantasi ginjal atau cangkok organ lainnya menempatkan pasien pada kondisi yang rentan terhadap penularan penyakit. Pada pasien transplantasi ginjal dan pendonor organ, morbiditas (angka sakit) dan mortalitas (angka kematian) yang disebabkan oleh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I; vaccine preventable diseases) sangatlah signifikan. Penerima organ berada dalam kondisi imunosupresi (penekanan sistim imun oleh obat-obatan) yang bertujuan untuk mengurangi risiko penolakan organ, selama setidaknya 6 bulan pasca-transplantasi.

Selama periode imunosupresi, daya tahan tubuh pasien sangat lemah dan rentan tertular penyakit. Skrining riwayat vaksinasi sebaiknya dilakukan pada saat evaluasi pra-transplantasi, dan vaksinasi dilakukan setidaknya empat minggu sebelum transplantasi ginjal, terutama untuk imunisasi yang menggunakan virus hidup (live-attenuated).


jadwal vaksinasi dewasa

Vaksinasi Pra Transplantasi

Pasien dengan penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease; CKD) dan gagal ginjal stadium akhir (dialysis-dependant end-stage renal disease; ESRD) yang berada pada daftar tunggu transplantasi ginjal memiliki tingkat komplikasi infeksi yang tinggi akibat sistem kekebalan mereka yang sudah terganggu. Pada kelompok ini, respons kekebalan setelah divaksinasi mungkin tidak seoptimal pada individu sehat, namun masih lebih baik dibandingkan dengan imunisasi yang dilakukan pasca-transplantasi. Oleh karena itu, pasien dengan CKD, yang belum memerlukan dialisis dianjurkan untuk melengkapkan vaksinasi yang diperlukan, sehingga tingkat kekebalan yang diperoleh lebih optimal.

Vaksinasi Pasca Transplantasi

Bagi pasien yang tidak melengkapi vaksinasi yang diperlukan sebelum dilakukannya transplantasi, vaksin yang dimatikan (inactivated vaccines) secara umum cukup aman untuk diberikan setelah transplantasi ginjal. Waktu optimal untuk vaksinasi setidaknya 3-6 bulan setelah transplantasi atau ketika imunosupresan sudah dalam dosis pemeliharan (maintenance dose) yang stabil.

Namun, menurut saran dari pedoman American Society of Transplantation (AST), semua vaksinasi, kecuali influenza, sebaiknya ditunda dalam 6 bulan pertama pasca transplantasi. Vaksinasi menggunakan vaksin hidup dilemahkan (live-attenuated vaccines; LAV) tidak boleh diberikan kepada penerima transplantasi ginjal (kidney transplant recipient; KTR) karena risiko infeksi. Untuk itu, sebaiknya vaksin LAV diutamakan pada periode pra transplantasi. Apabila belum dilakukan, anggota keluarga dan orang terdekat pasien lah yang sebaiknya melakukan vaksinasi dengan LAV agar tidak menularkan ke pasien, dan juga untuk membantu memberikan kekebalan kawanan (herd immunity).


Rekomendasi Vaksinasi untuk Pasien Transplantasi Ginjal

Berikut vaksinasi yang perlu dilengkapkan untuk meningkatkan perlindungan, mencegah komplikasi, dan mengoptimalkan keselamatan pasien sebelum melakukan transplantasi:

Vaksinasi inactivated:

  • Influenza
  • Pneumokokal
  • Difteri, Tetanus, Pertussis
  • Hepatitis A & B
  • Herpes Zoster
  • Human Papillomavirus (HPV)
  • Demam Tifoid

Vaksinasi live attenuated:

  • Measles (campak), mumps (gondong), rubella; vaksin MMR
  • Varicella / Herpes zoster

Vaksinasi terkait perjalanan:

Hanya diberikan untuk risiko terkait perjalanan lintas negara / benua

  • Meningokokal (vaksin meningitis)
  • Yellow Fever
  • Japanese Encephalitis

jadwal vaksinasi pada pasien transplantasi ginjal